Aku pernah dilingkungan ini
bertamu dan menerima tamuku mu dan mereka
senyumku senyummu senyum - senyum mereka
tangisku tangismu....berbaur dengan kisah sedih mereka

Aku telah sampai pada tikungan ini
sebuah pilihan haruslah tetap ditentukan
aku tak mengenal masa depan
yang aku tahu adalah masa lalu dan hidupku detik ini

bagaimana kabarmu?
jarak yang begitu dekat tidak selalu menemukan kita
tetap terpisah meski hanya dibatasi dinding ari
rebellious? tak perlu
kita laksana burung bersangkar besar saking besarnya kita tidak tahu kalau kita terpenjara

Lihatlah aku begitu sempurna
belum sempurna tidak berarti tidak sempurna lho!!
karena kesempurnaanku sangat dekat dengan kematianku
suatu waktu aku pasti sempurna...aku masih terlalu mencintai hidup
mungkin saat keluhan dan semangatku telah sampai di pendengaranmu

Duhai pemilik jantung yang tetap bergerak ini
Rhapsody kami seiring denyut nadi
izinkanlah kami menerima perang dan menikmati damai
sempurnakanlah hajatMu yang selalu akan hakiki
izinkanlah kami menerima sangkar ini dan menikmati damai
wujud sempurna manifestasi kami.......terhadap kebesaranMu

No comments:

Post a Comment